Saturday, March 10, 2012

Kisah pemuda yang berbakti kepada ibunya

Nabi Sulaiman, selain dari menjadi seorang nabi juga seorang raja yang terkenal. Dengan
izin Allah , beliau berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin Ifritnya. Nabi Sulaiman juga
terkenal sebagai manusia yang boleh berdialog dengan segala jenis binatang.

Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu
samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, beliau memerintahkan
angin agar tenang. Kemudian Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu
sampai ke dasarnya. Di sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tiada
lubang. Kubah itu diangkatnya ke darat lalu ditunjukkan kepada Sulaiman Alaihissalam.

Melihat kubah tanpa lubang yang penuh permata dari dasar laut itu, Nabi Sulaiman menjadi
hairan. " Kubah apakah ini?" fikirnya. Setelah memohon pertolongan Allah, Nabi Sulaiman
pun membuka tutup kubah dan alangkah terkejutnya beliau takala melihat seorang pemuda
sedang sujud dan bertasbih memuji Allah di dalamnya.

Beliau bertanya kepada pemuda itu: "Siapakah engkau ini?" Manusia atau jin ?" Tanya
Nabi Sulaiman kehairanan. "Aku adalah manusia, " jawab pemuda tersebut.

"Dari mana engkau perolehi karamah semacam ini?" selidik Nabi Sulaiman. Pemuda itupun
lalu bercerita kisahnya hingga beliau mendapat karamah dari Allah sehingga tinggal di dalam
kubah dan berada di dasar lautan.

Katanya, dia menjaga kedua ibubapanya sehingga mereka lanjut usia. Apabila ayahnya
meninggal, tinggallah ibunya yang sudah tua, lemah, lumpuh dan buta kedua matanya. Dialah
yang menjaga, merawat dan menggendongnya ke mana saja dia pergi. Si anak sentiasa berbakti
kepada ibunya, sementara ibunya selalu mendoakan anaknya. Antara doa yang selalu dilafazkan
ibunya ialah : " Ya Allah, berikanlah rezeki kepada anakku ini, berikan dia kebahagiaan dan
tempatkan dia di satu tempat yang bukan di bumi dan bukan pula di langit."

Katanya setelah ibunya meninggal dia berjalan-jalan di tepian pantai lalu terlihat kubah
yang terbuat daripada permata. Diapun mendekati, dan tak semena-mena pintu kubah itu
terbuka lalu dia masuk ke dalamnya.

Nabi Sulaiman bertanya ; " Kamu hidup di zaman mana? " Jawab si pemuda; " Saya hidup
di zaman Ibrahim A.S". Dalam perkiraan Nabi Sulaiman, pemuda tersebut sudah berusia
14000 tahun.

" Bagaimana engkau dapat hidup di dalam kubah di dasar laut itu?" Soal Nabi Sulaiman lagi.

Pemuda itu berkata;" Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Aku
tidak tahu dilangitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika
aku tinggal di dalam kubah ini"

" Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Jawab pemuda
itu; " Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon didalam kubah, dan buahnya
kumakan. Jika aku merasa haus, maka keluarlah air yang sangat bersih. Air itu lebih
putih dari susu dan lebih manis dari madu. "

" Dari segi masa, bagaimana engkau tahu siang atau malam?" Nabi Sulaiman bertanya lagi.

" Apabila terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situlah aku tahu hari sudah siang.
 Kalau matahari sudah terbenam, kubah menjadi gelap dan aku ketahui hari sudah malam"

Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah
itu tertutup kembali dan diapun tinggal di dalamnya. Itulah ganjaran atau karamah bagi
seorang pemuda yang sentiasa berbakti kepada ibunya.

anak-anak, berbaktilah kepada ibu bapamu setulus hati, ingatlah bahawa redha Allah bergantung
kepada keredhaan mereka..........

3 comments:

Embun said...

syurga di bawah telapak kaki ibu

Afida Anuar said...

Allah......kak, hari ni tak telefon mak lagi:(

Pencari ALLAH said...

MasyaALLAH

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...